Menolak Lupa: Persoalan Royalti, Budi dan Ibunya Gugat Kemendikbud

May 5, 2014 § Leave a comment

Semacam keadaan darurat..
Para pembaca yang budiman, redaksi POS RONDA mendapatkan informasi bahwa keluarga Tuti dan Wati juga akan melayangkan permohonan gugatan atas perkara yang serupa.

Tentunya, akan sangat memberatkan bagi pihak Kemendikbud apabila permohonan gugatan dikabulkan dan dimenangkan oleh pengadilan. Mengingat jumlah jilid buku dengan nama mereka, serta rentang waktu puluhan tahun, dikhawatirkan Kemendikbud bisa mengalami kebangkrutan.

Di sisi lain, terdapat rumor bahwa Badu juga akan mengajukan tuntutan atas hak royalti nama, serta menuntut atas pencemaran nama baik. Tuntutan pencemaran nama baik diperkirakan akan dilayangkan karena selama ini Badu selalu menjadi tokoh antagonis di buku-buku pelajaran sekolah.

Mengenai perkara atas nama Ani, perlu diketahui bahwa saudara Ani adalah adik dari Budi, dan redaksi mendapatkan laporan bahwa perkaranya sudah diikutsertakan dalam berkas-berkas keluarga Budi.

Redaksi POS RONDA mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian para pembaca sekalian.

Salam satir.

POS RONDA | Indonesia's Political Infotainment

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pagi ini (2/5) resmi menerima permohonan gugatan perdata dari keluarga Budi kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (photo courtesy kejari-jaksel.go.id) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pagi ini (2/5) resmi menerima permohonan gugatan perdata dari keluarga Budi kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (photo courtesy kejari-jaksel.go.id)

JAKARTA, POS RONDA  – Pagi ini (2/5), Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan resmi menerima permohonan gugatan perdata kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Pemohon yang telah melayangkan gugatan tersebut adalah Budi dan Ibu Budi, yang menyatakan bahwa Kemendikbud telah lalai membayarkan royalti kepada Budi dan Ibunya atas penggunaan nama mereka pada kurikulum dan buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia.

Pengacara keluarga Budi, Rockison Ginting, menuturkan bahwa pihak Kemendikbud telah secara sepihak mencatut nama kliennya sejak berpuluh-puluh tahun lalu tanpa memberikan kompensasi sama sekali.

“Pihak Kemendikbud telah menggunakan nama klien saya untuk digunakan di buku-buku pelajaran sekolah, dan ini berlangsung selama puluhan tahun. Tapi tidak sepeserpun kompensasi yang diberikan kepada klien saya. Ini namanya Kemendikbud telah mencatut nama secara sepihak. Karena itulah kami layangkan permohonan gugatan ini.”…

View original post 495 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Menolak Lupa: Persoalan Royalti, Budi dan Ibunya Gugat Kemendikbud at Webee Punya Cerita.

meta

%d bloggers like this: