Sebuah Ikrar

November 3, 2009 § 3 Comments

Kita sedang berjalan ke depan.
Dan ketika kamu merasa lelah dengan perjalanan ini, bicaralah, tepuk pundakku, tahan langkahku sejenak, tuk berhenti di suatu titik penting tanpa punya “ambisi” segera sampai. Titik itu begitu penting, dimana aku harus berhenti tuk menatap letihmu, dan melebarkan senyuman manis bermakna “SEMANGAT”, sambil memberikan ruang di bahuku yang mungil, tempat letihmu musnah. Menemanimu barang sebentar, sambil menceritakan dongeng-dongeng kecil tentang kehidupan. Kenyamanan itu datang menyertai kita, tetapi kita telah sepakat bahwa ini jangan berlangsung lama. Ketika letihmu musnah, kita saling mengangkat, tuk berdiri dan melanjutkan tapak demi tapak perjalanan panjang.
Atau ketika kamu telah letih, namun memang seharusnya tak berhenti. Barangkali ada gelombang dahsyat Tsunami yang menghempaskan segala yang dilalui, termasuk bila kita mencari kenyamanan dengan berhenti. Aku akan berusaha membopongmu. Memang terlihat sedikit ada paksaan, namun kita yakini inilah yang terbaik. Terkadang berlari tuk memanjangkan jarak dengan gelombang penghancur itu.
“Kita harus tetap bersama”, sebuah kalimat yang harus tertanam di neuron-neuron mungil hingga akarnya tertanam di hati masing-masing. Karna sekalipun mampu berjalan di jalur panjang itu, perjalanan takkan terasa nikmatnya.
Jika ada pertanyaan, “Hingga kapan?” maka jawaban itu takkan pernah terjawab sebelum Beliau melaksanakan jadwalnya, dan kita ketika itu hanyalah siswa yang menerima jadwal dari Wakasek bagian Kurikulum.

Aku namakan ini adalah “sebuah ikrar”, karena kata “aku” bisa menjadi kamu, dan “kamu” dapat menjadi aku.

jalan panjang

Tagged: , , , , , , , , ,

§ 3 Responses to Sebuah Ikrar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Sebuah Ikrar at Webee Punya Cerita.

meta

%d bloggers like this: